BERPIKIR SEPERTI ORANG JENIUS
Saat Einstein diberi
pertanyaan apakah yang membedakan dirinya dengan orang pada umumnya, dia
langsung menjawab jika ada seseorang disuruh mencari sebuah jarum yang jatuh di
tumpukan jerami, maka dia akan berusaha keras menemukan jarum itu. Tapi setelah
jarum itu diketemukan, dia akan berhenti mencarinya. Berbeda dengan Einstein,
dia akan mengobrak-abrik seluruh jerami itu untuk menemukan kemungkinan adanya
jarum-jarum lain di antara jerami itu.
Kadang kita
terheran-heran bagaimana cara para orang jenius itu berpikir dan menemukan
ide-ide brilian yang baru, kaya, bervariasi, dan otentik atau mampu memecahkan
masalah yang sulit untuk dipecahkan oleh semua orang. Dalam bukunyaCracking
Creativity (Secrets of Creative Genius) yang ditulis oleh Michael Michalko,
dia mengungkapkan strategi yang umum dalam gaya berpikir seorang yang jenius
dalam bidang seni, ilmu pengetahuan, dan industri. Cara berpikir orang jenius
dapat digolongkan seperti dibawah ini:
Orang jenius melihat
masalah-masalah dalam banyak cara. Orang
jenius sering mencari prespektif baru yang tidak ada orang lain yang
menemukannya. Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk memperoleh pengetahuan
mengenai bentuk dari masalah-masalah, anda harus memulai dengan belajar
bagaimana merestrukturkannya dalam banyak cara berbeda. Dia merasa saat pertama
kali melihat suatu masalah akan bias jika dia menggunakan cara biasa untuk
melihat suatu masalah, maka dia akan merestrukturkan masalahnya dengan melihat
dari satu perspektif dan bergerak menuju perspektif lain. Dengan cara itu, dia
akan menemukan inti dari masalahnya. Teori relativitas Einstein merupakan
sebuah diskripsi dari interaksi antara berbagai macam perspektif. Metode
analisis Freud dirancang untuk menemukan secara detail metode yang tidak sesuai
dengan perspektif tradisional agar menemukan sudut pandang yang benar-benar
baru. Jadi jika anda ingin menyelesaikan masalah secara kreatif, anda harus
meninggalkan perspektif dari pengalaman masa lalu dan membuat kembali suatu
konsep tentang masalah tersebut. Dengan tidak hanya berpijak pada satu
perspektif, anda bukan hanya akan menyelesaikan masalah anda tapi juga
menemukan sesuatu yang baru.
1. Orang jenius akan membuat pemikiran mereka dapat
dilihat oleh orang lain. Di jaman Renaissance, Da Vinci dan Galileo sering menggunakan
lukisan, grafik, peta, dan diagram untuk menjelaskan pemikirannya, sedangkan
para pemikir pada jamannya hanya menggunakan matematika dan bahasa verbal.
Begitu juga Einstein, dia selalu menemukan cara untuk memformulakan subjek
penelitiannya dalam cara yang sebanyak mungkin termasuk menggunakan diagram.
2. Orang jenius biasanya sangat produktif. Salah satu
ciri orang jenius adalah dia mempunyai produktifitas yang sangat tinggi. Thomas
Edison telah mematenkan 1093 penemuan dan masih menjadi rekor dunia dari
seorang penemu. Dia mampu menemukan penemuan kecil setiap 10 hari dan penemuan
besar setiap enam bulan sekali. Bach menulis kantata setiap minggu, bahkan jika
dia sedang sakit atau kelelahan, dia terus menulis kantata. Mozart telah
menghasilkan enam ratus komposisi. Einstein juga telah mempublikasikan 248
paper selain papernya tentang relativitas yang sangat terkenal. Dari
penelitian Davis di Universitas Kalifornia terhadap 2036 ilmuwan, dia menemukan
kebanyakan ilmuwan menghasilkan bukan hanya karya besar, tapi juga karya yang
buruk. Dari kuantitas karya yang sangat banyak akan menghasilkan kualitas yang
baik pula. Orang jenius itu sangat produktif. Titik.
3. Orang jenius itu membuat kombinasi baru. Orang jenius
akan membuat banyak kombinasi baru daripada yang lain dan menyeleksi dari
berbagai macam pandangan. Dia akan mengkombinasikan dan mengkombinasikan
kembali ide-ide, imaji, dan pemikirannya dalam berbagai macam kombinasi di
pikiran sadar atau bawah sadarnya. Rumus Einstein E=mc2 tidak begitu saja
mengkombinasikan konsep antara masa, energi, dan kecepatan cahaya, melainkan
dia mampu melihat konsep ini dengan cara lain. Greogor Mendel menemukan ilmu
pengetahuan mengenai genetik dan hukum mengenai keturunan berdasarkan
kombinasinya antara matematika dan biologi yang menghasilkan ilmu baru.
4. Orang jenius akan menghubung-hubungkan. Salah satu
ciri orang jenius adalah dia mampu menghubungkan antara subjek yang tidak ada
hubungannya, sedangkan orang lain tidak mampu melakukannya. Leonardo
menghubungkan antara suara bel dengan batu yang jatuh di air, lalu dia membuat
kesimpulan bahwa suara menjalar melalui gelombang. Saat Samuel Morse sedang
sibuk mencari bagaimana cara menghasilkan signal telegraph yang cukup kuat
untuk diterima dari satu kota ke kota yang lain, dia melihat kuda yang diikat
dipertukarkan di stasiun pemancar, lalu dia menghubungkan antara stasiun
pemancar kuda ini dengan signal yang kuat.
5. Orang jenius berpikir berlawanan. Seorang fisikawan
dan filosof David Bohm percaya jika orang jenius mampu berpikir berbeda karena
mereka dapat mentoleransi ambivalensi antara dua subjek yang berlawanan atau
bertentangan. Neils Bohr percaya jika anda menghubungkan dua subjek yang
berlawanan, lalu anda akan membuat pikiran anda masuk ke dalam tingkatan yang baru.
Penemuan Thomas Edison tentang lampu pijar dianggap tidak mungkin oleh para
pemikir konvensional karena dia menghubungkan antara hal-hal yang bertentangan.
6. Orang jenius akan berpikir menggunakan metafor.
Aristoteles mengangap metafor sebagai tanda dari seorang jenius, dia percaya
bahwa seseorang yang mempunyai kapasitas melihat kemiripan di atara dua bidang yang
berbeda dan menghubungkannya adalah tanda dari orang jenius. Alexander Graham
Bell membuat analogi antara cara kerja telinga dengan pergerakan sepotong
membran yang kuat untuk menggerakan baja, lalu dia berhasil menemukan telepon.
Einstein menjelaskan hukum-hukum relativitasnya dengan menggunakan analogi
dalam kehidupan kita sehari-hari seperti saat mendayung perahu atau
berdiri di dasar lantai saat kereta melintas.
7. Orang jenius mempersiapkan diri untuk menghadapi
kesempatan. Saat kita mencoba sesuatu dan gagal, kadang kita melakukan sesuatu
yang lain atau sebuah kecelakaan yang kreatif seperti konsep serendipity yang
saya kupas di atas. Tapi hal ini bukan sebuah keberuntungan, tapi suatu wawasan
yang kreatif pada tingkat tinggi seperti yang dilakukan Alexander
Fleaming. Saat Thomas Edison sedang bermain dengan dempul untuk menemukan kawat
pijar karbon, dia membalik dan memutar jarinya, saat dia melihat tangannya,
ternyata jawabannya ada di depan matanya: karbon yang terpelintir seperti
seutas tali.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar